Pengertian Asuransi Syariah dan Konvensional

Pengertian Asuransi Syariah dan
Konvensional!

Dewasa ini, jika ditelusuri lebih mendalam jenis-jenis asuransi semakin banyak
saja keberadaannya. Manfaat yang ditawarkan pun tentunya beragam, di mana
perusahaan asuransi juga memiliki kelebihannya masing-masing dari produk yang
dikeluarkan.

Namun, sebagai calon nasabah tentu harus tahu dan paham akan
asuransi agar pemilihan asuransi itu tepat guna. Hal ini akan membantu pengguna
mendapatkan manfaat dan keuntungan yang maksimal atas kepemilikan asuransi.
Sebagai contoh salah satu produk asuransi, beberapa tahun terakhir ada asuransi
syariah yang tengah hot dibincangkan
masyarakat.

Pengertian Asuransi Syariah

Hadirnya asuransi syariah adalah untuk memenuhi kepentingan
dan keinginan nasabah yang mengharapkan adanya produk asuransi halal dan sesuai
dalam koridor syariah. Menurut Dewan Syariah Nasional, asuransi syariah
memiliki pengertian sebuah usaha untuk melindungi dan saling tolong menolong di
antara sejumlah orang. Di sini, dilakukan melalui investasi dalam bentuk aset
atau tabarru yang memberikan pola
pengembalian untuk menghadapi segala risiko tertentu melalui akad atau
perikatan yang sesuai kaidah syariah.

Ada sebuah sistem yang diberlakukan dalam asuransi syariah yaitu para peserta akan menghibahkan sebagian atau seluruh kontribusi yang akan digunakan untuk membayar klaim apabila ada peserta yang mengalami musibah. Dengan kata lain, perusahaan asuransi hanya bertugas untuk mengelola operasional dan investasi sejumlah dana yang diterima dalam asuransi.

Di Indonesia sudah tersedia banyak asuransi islam, mulai dari produk-produk kesehatan maupun jiwa. Asuransi syariah juga mudah didpaagkan melalui perusahaan asuransi swasta.

Pengertian Asuransi Konvensional

Asuransi konvensional adalah jenis asuransi yang didasarkan
pada akad atau perikatan jual beli. Bisa dibilang asuransi ini merupakan
asuransi yang berdasarkan investasi dana yang bebas dengan aturan prinsip
tertentu yang diterapkan perusahaan asuransi. Asuransi ini mengemban sebuah
misi dari pihak asuransi, yaitu di bidang ekonomi dan sosial.

Perbedaan Asuransi Syariah dan
Konvensional

Dalam hal ini, asuransi syariah meniliki banyak keunggulan dan kelebihan dibandingkan konvensional. Ada sepuluh perbedaannya. Yaitu di bidang pengelolaan risiko, pengelolaan dana, sistem perjanjian, kepemilikan dana, pembagian kebutuhan, kewajiban zakat, klaim dan layanan, pengawasan, instrumen investasi, dan dana hangus.

Apa yang Perlu Anda Ketahui Dari Asuransi Syariah?

Landasan Hukum Asuransi Syariah

Awal munculnya hal ini diawali dengan adanya Asuransi Takaful pada tahun 1990-an. Inilah cikal bakal munculnya asuransi berbasis syariah di tanah air. Sedangkan untuk landasan hukumnya sendiri ada tiga, yaitu Al Quran  yaitu Surah Al Maidah (5) ayat dua yang berbunyi ‘… tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan takwa, dan janganlah saling tolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran, bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya siksa Allah teramat berat.’

Landasan hukum yang kedua yaitu dari As-Sunnah diriwayatkan
oleh Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu dari Nabi Muhammad Saw yang bersabda
‘barangsiapa menghilangkan kesulitan duniawi seorang mukmin, maka Allah akan
menghilangkan kesulitannya di hari kiamat. Barangsiapa yang mempermudah
kesulitan orang, maka Allah akan mempermudah urusannya di dunia dan akhirat.’

Landasan hukum yang ketiga adalah ijtihad yang bisa dilihat
dari fatwa sahabat ijma dan qiyaz.

Dasar Hukum Asuransi Konvensional

Asuransi konvensional juga memiliki dasar hukum, yaitu UU
nomor 2 tahun 1992, KUHP pasal 1320 dan pasal 1774, KUHD bab 9, peraturan
pemerintah nomor 73 tahun 1992, dan peraturan pemerintah nomor 63 tahun 1999.

Itulah sedikitnya pengertian asuransi syariah dan konvensional yang harus diketahui oleh nasabah agar tidak salah pilih. Bingung ingin mengambil asuransi syariah atau konvensional? Pahami pengertian asuransi syariah dan konvensional ini sebelum memutuskan. Jangan salah paham, ini loh pengertiannya.